Seabad Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia

Tepat pada tanggal 3 Juli 1920 sebuah bangunan dengan arsitektur vernakular membuka gerbangnya sebagai tempat menimba ilmu. Kala itu, namanya masih menggunakan bahasa asing, de Technische Hoogeschool te Bandoeng. Sebuah institusi pendidikan yang dibangun karena adanya dukungan dari seorang filantropis Belanda yang terkenal, Karel Albert Rudolf Bosscha ditambah dengan kebutuhan sang penjajah akan profesional di bidang teknik menjadi titik nol dari adanya pendidikan tinggi teknik di Indonesia.

Seratus tahun kemudian, setelah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan tiada henti, kini bangunan tersebut menjadi salah satu institusi pendidikan yang menjadi target setiap insan pembelajar. Yang awalnya hanya ada satu fakultas de Faculteit van Technische Wetenschap atau Fakultas Teknik dan Sains dengan satu major de afdeeling der Weg en Waterbouw atau mengenai sumberdaya infrstruktur dan air, kini berkembang menjadi suatu perguruan tinggi dengan 12 fakultas/sekolah, 130 program studi, serta dilengkapi lebih dari 100 kelompok keilmuan. Institut Teknologi Bandung, nama tersebut sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Meski seabad telah berlalu, semoga Institut Teknologi Bandung terus melahirkan prestasi yang mengharumkan nama bangsa, penggerak utama kemajuan negeri serta tidak pernah berhenti menjadi jawaban bagi segala tanya dan harapan dari segala asa. Karena teknologi, sudah seyogyanya menjadi katalis bagi kesejahteraan bangsa.

Salam Ganesha!

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Farmasi

HMPF merupakan organisasi mahasiswa pascasarjana dalam lingkup Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung yang dibentuk berdasarkan SK lembaga kemahasiswaan ITB dengan Dekan Sekolah Pascasarjana ITB No. 566/l.1.B01.1/PP/2016 dan SK Dekan Sekolah Farmasi ITB 636A/SK/I1.C03/KP/2016.

Berita Terkait