Vitamin A Pada Kosmetik

Vitamin A pada kosmetika, apakah aman untuk digunakan?

Vitamin A cukup banyak digunakan sebagai bahan aktif dalam kosmetika. Vitamin A ini cukup populer di media sosial sejak tahun 2019 lalu. Bahan aktif ini dengan segala manfaatnya dapat membantu permasalahan kulit seperti jerawat, pigmentasi dan juga penuaan dini. Akan tetapi, penggunaan vitamin A ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit jika tidak digunakan dengan bijak.

Terdapat beberapa bentuk vitamin A yang digunakan sebagai kosmetik. Yang banyak digunakan adalah retinol, retinil ester (misalnya, retinil asetat, retinil propionat, dan retinil palmitat), dan retinaldehid. Sediaannya berupa krim, gel ataupun larutan.

Fungsi Vitamin A pada Kulit

Fungsi vitamin A pada kulit :

1. Merangsang pembentukan kolagen

  • Memperbaiki tekstur kulit
  • Memperbaiki tanda penuaan

2. Mempercepat durasi waktu pergantian kulit

  • Mengurangi sumbatan pori-pori
  • Merawat kulit berjerawat
  • Mencegah milia
  • Memudarkan bekas jerawat
  • Mengatasi kulit kusam

3. Mengurangi produksi minyak wajah

  • Memperbaiki penampakan pori-pori

Generasi dalam perkembangan Vitamin A

Beberapa generasi Vitamin A :

  • Generasi pertama retinoid topikal (non-aromatik), diantaranya vitamin A dan turunannya, retinaldehid, asam retinoat trans (trans-RA) atau tretinoin, 13-cis-asam retinoat (13- cis-RA) atau isotretinoin.
  • Generasi kedua retinoid (monoaromatik) berupa analog sintetik dimana satu aspek struktur dasar vitamin A diubah, seperti etretinat dan asitretin, namun tidak ada sediaan topikalnya.
  • Generasi ketiga (poli-aromatik) memiliki modifikasi bermakna dari molekul asli, seperti adapalen, tazaroten, arotinoid, arotinoid metil sulfon, dan arotinoid etil ester.
  • Generasi keempat (pyranones) adalah seletinoid G. Saat ini terdapat tujuh sediaan retinoid topikal, yaitu tretinoin, adapalen, tazaroten, isotretinoin topikal, motretinid, retinaldehid, dan β-retinoil glukuronida

Penggunaan retinoid atau vitamin A topikal dapat menyebabkan efek samping berupa iritasi lokal pada awal terapi, yaitu eritema, rasa terbakar, stinging, terkelupas, dan kulit kering/xerosis. Efek ini akan semakin memburuk seiring dengan meningkatnya konsentrasi retinoid. Selain konsentrasi, zat pembawa, frekuensi dan banyaknya pemakaian, jenis kulit, dan penggunaan bersamaan dengan produk yang berpotensi mengiritasi juga mempengaruhi luas dan durasi iritasi.

Efek iritasi lebih hebat dapat terjadi pada pasien eksim, rosasea, atau kelainan sensitivitas kulit lain, termasuk pajanan cuaca berlebihan. Retinoid memiliki potensi teratogenik, sebaiknya dihindari penggunaannya pada wanita hamil.

Gejala akan mencapai puncak 2 minggu penggunaan  kemudian menghilang bila kulit telah beradaptasi. Jika tidak ada perubahan, hentikan penggunaan produk dan hubungi dokter.

Untuk memaksimalkan manfaat retinoid atau Vitamin A, sebaiknya digunakan :

  • Gunakan Secukupnya

Gunakan mulai dari konsentrasi terendah. Hindari penggunaan dalam jumlah terlalu banyak, terlalu sering atau konsentrasi yang terlalu tinggi. Oleskan dan ratakan pada wajah menggunakan ujung jari tangan hingga rata setipis mungkin. pemakaian dilakukan selang sehari selama 1-2 minggu tergantung jenis kulit untuk meminimalkan iritasi. Pada masa masa ini kemungkinan kekambuhan jerawat mungkin terjadi. setelah beberapa minggu, konsentrasi retinoid dapat ditingkatkan bila hasil yang diinginkan belum tercapai.

  • Gunakan pada kulit kering

Sebaiknya digunakan pada kulit kering, 20-30 menit setelah wajah dicuci dengan pembersih wajah.

  • Gunakan pada malam hari

Jika digunakan pada siang hari akan meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya ultraviolet. selain itu, tretinoin bersifat tidak stabil bila terpapar sinar matahari. Akan rusak sebanyak 50% dalam 2 jam paparan sinar matahari.

  • Hindari penggunaan bersamaan dengan produk yang tidak boleh digunakan bersama retinoid.

Sebaiknya retinoid tidak digunakan berbarengan dengan produk eksfoliasi maupun produk yang mengandung benzoil peroksida. Dikarenakan berisiko menyebabkan kulit menjadi kering, mengelupas, dan iritasi. Contoh kandungan di dalam produk eksfoliasi yaitu alpha-hydroxy acid (AHA) dan beta-hydroxy acid (BHA). Sebaiknya gunakan produk tersebut pada waktu yang berbeda.

  • Hindari penggunaannya selama masa kehamilan

 

Daftar Referensi

Fauzia, Dina. (2017). Aspek Farmakologi Retinoid pada kosmeseutikal. Jurnal Kesehatan Melayu, 1(1), https://doi.org/10.26891/jkm.v1i1.2017.35-40 

Truchuelo MT, Hashtroody B, Vitale M (2019) Evaluation of the Effects of a New Cosmetic Protocol based on the Application of a Home Peel with 1% Retinol. J Clin Cosmet Dermatol 3(2): dx.doi.org/10.16966/2576-2826.142

Zasada, M., & Budzisz, E. (2019). Retinoids: active molecules influencing skin structure formation in cosmetic and dermatological treatments. Postepy dermatologii i alergologii, 36(4), 392–397. https://doi.org/10.5114/ada.2019.87443

 

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Farmasi

HMPF merupakan organisasi mahasiswa pascasarjana dalam lingkup Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung yang dibentuk berdasarkan SK lembaga kemahasiswaan ITB dengan Dekan Sekolah Pascasarjana ITB No. 566/l.1.B01.1/PP/2016 dan SK Dekan Sekolah Farmasi ITB 636A/SK/I1.C03/KP/2016.

Berita Terkait