
source: https://www.mdanderson.org/images/publications/cancerwise/Graphics/COVID19_HerdImmunity2_CWCrop.jpg.resize.702.404.jpg
Definisi Herd Immunity
Herd Immunity atau disebut juga “imunitas kawanan” merupakan perlindungan tidak langsung dari infeksi yang muncul ketika sebagian besar individu yang rentan dalam suatu populasi telah memiliki imunitas terhadap infeksi tersebut (Randolph and Barreiro, 2020)

source:
Misalnya pada gambar diatas, dalam suatu naïve population artinya populasi yang belum terpapar, Ketika ada salah satu individu yang terinfeksi maka infeksi akan menyebar melalui individu yang rentan secara tidak terkendali. Namun, jika sebagian besar individu (70%) dalam suatu populasi telah memiliki imunitas terhadap infeksi tersebut maka kemungkinan kontak antara terinfeksi terinfeksi dan individu yang rentan akan berkurang karena banyak inang yang telah memiliki imunitas (kekebalan). Oleh karena itu transmisi atau penularan tidak terjadi. Imunitas ini dapat diperoleh dari pemberian vaksin yang dapat melatih sistem imun untuk membentuk antibodi terhadap infeksi tersebut ataupun secara alami tubuh membentuk antibodi terhadap infeksi yang sama.
Uji Klinis Vaksin SARS-CoV2 Saat Ini

source: https://www.who.int/publications/m/item/draft-landscape-of-covid-19-candidate-vaccines
Menurut WHO, terdapat 47 calon vaksin untuk infeksi SARS-CoV2 atau Covid-19 yang tengah menjalani proses uji klinis. Dari 47 calon tersebut, baru 10 vaksin yang lolos hingga fase ke-3 dan masih belum pasti apakah kesepuluh vaksin tersebut akan mendapat persetujuan untuk diedarkan.
Berapa Lama Hingga Herd Immunity Tercapai setelah Vaksinasi
Epidemiologis memberikan prediksi terkait dengan seberapa banyak (%) populasi yang harus dilakukan vaksinasi sehingga terciptanya herd immunity di suatu populasi. Hal ini dilakukan dengan pemodelan yang melibatkan 2 variabel, yaitu efikasi vaksin dan durasi proteksi vaksin, dan 1 konstanta angka reproduksi infeksi yang menyatakan tingkat infektivitas suatu patogen (SARS-CoV-2 memilki nilai rentang 2.5-3.5; bervariasi di setiap negara).
Apabila vaksin memiliki 100% efikasi (artinya tidak vaksinasi tidak menimbulkan adanya reinfeksi), herd immunity dapat dicapai dengan 60-75% populasi yang dilakukan vaksinasi; sedangkan vaksin dengan 80% efikasi, herd immunity dapat dicapai dengan 70-95% efikasi. Dengan kata lain, vaksin dengan efikasi <80% menyebabkan keseluruhan populasi harus divaksinasi untuk mencapai herd immunity. Kalkulasi ini berlaku apabila vaksin memberikan proteksi yang singkat (seperti vaksin influenza), yaitu 1-2 tahun.

source: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0140673620323187?via%3Dihub
Juga pemodelan ini menyatakan bahwa banyaknya populasi yang divaksinasi pada tahun pertama vaksin ditemukan memerlukan proporsi yang banyak dari populasi (A). Namun, seiring berjalannya waktu ketika angka kasus baru dan angka kesembuhan menjadi stabil, jumlah proporsi populasi yang divaksinasi akan menjadi lebih sedikit dari tahun pertama (B).
Durasi Imunitas Vaksin SARS-CoV2
Durasi imunitas sampai saat ini masih menunggu uji klinik yang saat ini sedang berlangsung (saat ini tahap 3, namun uji klinik ini lebih memberikan informasi keamanan dan efikasi vaksin), dan tentunya durasi imunitas yang sebenarnya akan terlihat saat uji klinik tahap 4 seiring berjalannya waktu, yang merupakan post-marketing surveillance dari vaksin yang telah beredar itu sendiri.
Bila Negara Tidak Mencapai Tingkat Vaksinasi yang Dibutuhkan untuk Memunculkan Herd Immunity
a. SARS-CoV-2 akan menjadi penyakit endemik tetapi pada level rendah, dengan puncak di musim dingin dan paling rendah di musim panas di belahan bumi bagian utara
b. Pembuat kebijakan harus mempertimbangkan apakah akan membuat mandat vaksinasi dan membuat membuat sertifikat imunisasi di sekolah, perguruan tinggi, dan tempat kerja.
Kesimpulan
Vaksinasi pada suatu populasi dapat memberikan herd immunity pada suatu populasi tersebut. Herd Immunity yang terbentuk bergantung pada efikasi dan durasi proteksi vaksin. Efikasi vaksin diperoleh dari hasil uji klinik tahap 3, sedangkan durasi proteksi diperoleh dari hasil uji klinik tahap 4 yang akan diperoleh setelah vaksin digunakan oleh banyak populasi.
Glosarium
Endemik: keadaan di mana penyakit secara menetap berada dalam masyarakat dalam suatu tempat/populasi tertentu.
Referensi
Anderson, R. M., Vegvari, C., Truscott, J., Collyer, B. S., 2020, Challenges in creating herd immunity to SARS-CoV-2 infection by mass vaccination, The Lancet. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)32318-7
Randolph, H. E. and Barreiro, L. B. (2020) ‘Herd Immunity: Understanding COVID-19’, Immunity.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7236739/
WHO, 2020, Coronavirus disease (COVID-19): Herd immunity, lockdowns and COVID-19
https://www.who.int/news-room/q-a-detail/herd-immunity-lockdowns-and-covid-19
WHO, 2020, Draft landscape of COVID-19 candidate vaccines
https://www.who.int/publications/m/item/draft-landscape-of-covid-19-candidate-vaccines


Komentar Terbaru