Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan, khususnya mengenai kesehatan mental. Hal ini dipercaya disebabkan oleh pemberlakuan ketat protokol kesehatan dan pembatasan gerak manusia secara drastis. Bahkan bulan ini, terhitung 8 bulan sejak penetapan pandemi dunia oleh WHO, Maret 2020, telah terjadi perubahan perilaku yang signifikan.

Masa sekarang adalah masa yang menyedihkan dan penuh ketidakpastian, mungkin ada di antara kita yang kehilangan pekerjaan, bisnis bangkrut, berjuang secara finansial menghabiskan dana darurat karena kehilangan pekerjaan, khawatir tentang apa dan kapan ekonomi mulai membaik. Berduka karena kehilangan orang yang kita cintai atau bahkan perubahan kehidupan yang kita kenal sebelum pandemi tidak menyenangkan hati. Serta merasa frustasi akibat pembatasan jarak sosial yang berkelanjutan. Hidup di era ini dapat berdampak besar pada suasana hati, mental dan emosional seseorang.

Manusia adalah makhluk sosial. Terputusnya cinta, dukungan dan kontak dengan keluarga serta teman dapat memicu depresi atau memperburuk kesehatan, terlebih bila telah memiliki suatu penyakit maka berdampak pada perburukan gejala yang ada.

Saat merasa depresi pikiran negatif akan terus-menerus mengalir di kepala,  rasanya energi negatif ini seperti tidak akan berakhir. Tetapi semua itu dapat dialihkan pada sesuatu yang menambah makna dan tujuan hidup. Salah satunya mungkin dialihkan pada sesuatu yang dari dulu ingin dilakukan seperti belajar bahasa, alat musik, bernyanyi, memasak, menulis atau menanam bunga.

Berfokus pada suatu pekerjaan atau tujuan bahkan yang kecil sekalipun dapat memberi waktu istirahat yang menyenangkan kepada pikiran yang selalu berpikiran negatif. Serta akan menambah rasa dan makna pada hari-hari yang dijalani. Meskipun tidak bisa memaksakan diri untuk bersenang-senang, kita dapat melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan mood. Seperti mendengarkan lantunan ayat al-quran yang dibacakan merdu oleh qori-qoriah hebat, mendengarkan musik yang membangkitkan semangat atau temukan alasan untuk tertawa dengan menonton video lucu.

Membatasi konsumsi berita yang memicu pikiran negatif dan bacalah selalu berita yang berasal dari sumber terpercaya. Pertahankan rutinitas sehari-hari dengan berolahraga, berkomunikasi dengan teman lewat telpon, merawat diri, tidur yang cukup dan makan-makanan yang sehat untuk meningkatkan ataupun memperbaiki mood. Serta jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih pada diri sendiri karena telah mampu melewati hari-hari berat. Hal-hal tersebut dapat kita lakukan untuk mengendalikan diri terhadap munculnya perubahan perilaku dan mental lebih lanjut mencegah terjadinya depresi.

Referensi :

Why depression, anxiety are prevalent during covid-19

(https://www.ama-assn.org/delivering-care/public-health/why-depression-anxiety-are-prevalent-during-covid-19)

Masih, J. 2020. Mental Health and Depression During COVID-19. Journal Of Depression and Anxiety

(https://www.longdom.org/special-issue/mental-health-and-depression-during-covid19-991.html)

Dealing with depression during coronavirus

(https://www.helpguide.org/articles/depression/dealing-with-depression-during-coronavirus.htm)

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Farmasi

HMPF merupakan organisasi mahasiswa pascasarjana dalam lingkup Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung yang dibentuk berdasarkan SK lembaga kemahasiswaan ITB dengan Dekan Sekolah Pascasarjana ITB No. 566/l.1.B01.1/PP/2016 dan SK Dekan Sekolah Farmasi ITB 636A/SK/I1.C03/KP/2016.

Berita Terkait