Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS telah merilis pernyataan resmi pada 13 September 2019 bahwa FDA menyatakan ada beberapa produk obat yang mengandung ranitidin, termasuk beberapa produk yang dikenal sebagai obat bermerek di AS, Zantac, diketahui mengandung pengotor nitrosamin yang disebut N-nitrosodimethylamine (NDMA) pada tingkat rendah.
NDMA diklasifikasikan sebagai kemungkinan karsinogen manusia (zat yang dapat menyebabkan kanker) berdasarkan hasil dari tes laboratorium.
NDMA dikenal sebagai pencemar lingkungan dan ditemukan dalam air dan makanan, termasuk daging, produk susu, dan sayuran.
Dari hasil investigsi yang dilakukan oleh US FDA dan MEA serta beberapa Otoritas Pengawasan Obat di berbagai belahan dunia lainnya, pelan – pelan “misteri” keberadaan NDMA dalam Ranitidine, mulai terkuak.
Dari hasil investigasi, diketahui ternyata Ranitidine yang ditemukan pada tahun 1977 oleh John Bradshaw, peneliti dari The Ware Research Laboratoris – Allen & Hanburys, Glaxo Group di Inggris yang sebagai “respons” atas ditemukannya Cimetidine oleh Prof. Sir James Black – sang pemenang Hadiah Nobel yang kisahnya pernah saya ceritakan beberapa waktu lalu.
Dari hasil penelitian yang sudah pernah dipublikasikan ternyata ada beberapa produk sebagai hasil dekomposisi atau uraian (degradasi) dari Rantidine baik yang disebabkan faktor kinetik maupun mekanik. Salah satunya adalah reaksi antara monochloramine dengan Ranitidine yang menghasilkan zat yang disebut Nitrosodimethylamine (NDMA).
Reaksi degradasi inilah penyebab keberadaan NDMA dalam obat Ranitidine. Karena ”hanya” merupakan hasil degradasi, maka KADAR NDMA dalam produk Ranitidine, jumlahnya sangat kecil sehingga dengan pengujian yang menggunakan metode yang lama tidak terdetesi. Namun dengan perkembangan kemajuan teknologi yang sedemikian luar biasa, termasuk alat – alat deteksi dan alat ukur seperti LC-HRMS (Liquid Chromatography – HIGH RESOLUTION Mass Spectrometry) ini, maka impurities NDMA dengan jumlah yang sangaaaaat keciiiiil pun ternyata bisa terdeteksi dan bisa diukur dengan akurat dan presisi.
Jadi, berbeda dengan kasus NDMA yang terdapat pada obat Valsartran yang berasal dari proses produksi bahan baku aktif, NDMA yang terdapat pada Ranitidin kemungkinan besar berasal dari hasil degradasi obat, yang mana selama ini memang kurang mendapat perhatian, termasuk dari Farmakope (mana pun) yang tidak dipersyaratkan untuk “menelusuri” apa saja kandungan zat-zat hasil degradasi tersebut.
SUMBER:
https://farmasetika.com/2019/10/05/ndma-muncul-dari-reaksi-degradasi-produk-ranitidin/


Komentar Terbaru