
https://www.telegraph.co.uk/content/dam/health-fitness/2020/10/05/05-10-20-RM-LONG-TERM-COVID-CIRCLE-PORTAL-01_trans_NvBQzQNjv4BqM37qcIWR9CtrqmiMdQVx7NaZIr6BIRvvm1FZVuZurho.jpg
Apa itu long Covid?
Long Covid bisa diartikan sebagai suatu kondisi munculnya gejala-gejala pada pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari corona berdasarkan hasil swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Gejala yang dialami penyintas dan Long Covid-19 agak berbeda. Gejala Long Covid-19 lebih banyak bersifat kronik atau menahun, sedangkan gejala Covid-19 bersifat akut, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, muncul selama beberapa hari hingga minggu, disertai riwayat kontak atau hasil PCR dinyatakan positif Covid-19.
Istilah long Covid ini pun mulai diperbincangkan di Indonesia. Dilansir dalam kompas.com (09/03/2021), Wiku Adisasmito Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 membagikan opininya mengenai definisi long Covid. Menurut beliau, “pada dasarnya penderita covid-19 akan sembuh dalam 2-6 minggu setelah terpapar covid-19. Namun untuk beberapa pasien positif covid-19, gejala ini masih dirasakan berminggu-minggu setelahnya meskipun mereka dinyatakan telah pulih.”
Bagaimana Menurut Penelitian?
Selain dari laporan yang terkumpul, masih sedikit penelitian mengenai hal ini. Sekelompok peneliti dari Italia melaporkan bahwa hampir 87% pasien yang pulang dari rumah sakit, setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, masih mengalami setidaknya salah satu gejala Covid-19 hingga 60 hari setelah awal kejadian. Dua puluh delapan persen dari jumlah tersebut mengalami satu atau dua gejala yang terus menerus, sementara sisanya mengalami lebih dari tiga gejala. Gejala yang sering dialami adalah kelelahan (46%), kesulitan bernapas (37%), nyeri sendi (23%), dan nyeri dada (19%).
Menurut penelitian, kelompok yang berisiko mengalami long Covid adalah perempuan, lansia, dan pasien yang menampakkan lebih dari lima gejala saat pertama terinfeksi Covid-19.
Gejala Long Covid
Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika telah mengamati gejala berkepanjangan yang biasanya diderita oleh penderita long Covid diantaranya adalah kelelahan, kesulitan bernapas, batuk, sakit persendian, dan sakit dada. Kemudian, gejala lain yang juga mungkin ditemui yakni kesulitan berpikir dan berkonsentrasi brain fog, depresi, sakit pada otot, sakit kepala, demam, hingga jantung berdebar.
Meski kasusnya jarang, ditemui pula komplikasi medis yang mungkin menyebabkan masalah kesehatan berkepanjangan di beberapa penyintas Covid-19, seperti terjadi pembengkakan otot jantung, masalah pada fungsi paru-paru, kerusakan ginjal akut, gatal-gatal dan rambut rontok, dan masalah pada indra penciuman serta perasa.
Tips Menangani Gejala Long Covid
1. Mengelola aktivitas sehari-hari
- Rencanakan aktivitas dan hindari aktivitas yang berlebihan
- Bagi pekerjaan menjadi goal-goal kecil dan variasikan antara pekerjaan yang sulit dan mudah
- Cari waktu yang paling optimal untuk bekerja berdasarkan tingkat energi
- Lebih beristirahat sebentar tapi sering daripada beristirahat lama tapi hanya sesekali, untuk mencegah terjadinya kelelahan
2. Tingkatkan suasana hati dan jaga kesehatan mental
- Perlakukan diri sendiri sebaik mungkin selama masa pemulihan
- Perbanyak bergaul dengan teman dan keluarga yang menyamankan
- Melakukan hobi atau kebiasaan baik harian untuk kestabilan diri
- Tetap aktif berkegiatan untuk membantu hormon-hormon bahagia (endorfin) lebih banyak diproduksi
3. Tips untuk menjaga fungsi berpikir dan mengingat
- Buat catatan untuk mengingat hal-hal yang perlu dilakukan
- Kurang distraksi selama bekerja
- Membuat perencanaan matang sebelum menghadapi masalah atau situasi baru, kemudian ubah menjadi langkah-langkah yang bisa diikuti seiring berjalannya waktu.
4. Menjaga kebugaran tubuh dan mengelola pernapasan
- Jangan hindari olahraga untuk melemaskan otot yang kaku dan mencegah nyeri sendi
- Memilih olahraga yang ringan dan tidak membebani tubuh
- Coba untuk tingkatkan intensitas olahraga sedikit demi sedikit, mulai dari berjalan santai atau pelemasan otot secara ringan
- Condongkan tubuh ke depan bila merasa sedikit sesak napas
Referensi
https://www.longcovid.org/impact/long-covid-clinics-in-england-share-your-experience


Komentar Terbaru