Sekilas tentang Vitamin C

Ilustrasi buah dan sayur yang mengandung vitamin C
source:
https://cdn1.sph.harvard.edu/wp-content/uploads/sites/30/2012/09/vitamin_c.jpg

Sekilas tentang Vitamin C

Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan ditemukan secara alami pada makanan. Vitamin C digunakan dalam biosintesis kolagen dalam tubuh dimana kolagen ini dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka.

Vitamin C juga merupakan antioxidant yang melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat memberikan kerusakan pada tubuh (progresi kanker, penyakit kardiovaskular dan penyakit lain yang disebabkan oleh stress oksidatif) dan dapat mencegah dan menunda perkembangan dari penyakit tersebut.

Tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C secara alami sehingga dibutuhkan asupan vitamin C untuk tubuh.

Fact Sheet

Sebanyak 70-90% vitamin C terserap ke dalam tubuh pada asupan 30-180 mg/hari.

Konsumsi eksesif vitamin C hingga 1 g/hari menyebabkan penurunan persentase penyerapan hingga 50%.

Saran jumlah asupan harian vitamin C
source: tps://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer

Asupan harian yang direkomndasikan untuk vitamin C pada manusia dewasa sebanyak 90 mg (pria), 75 mg (wanita), 85 mg (wanita hamil), 120 mg (wanita yang menyusui). Sedangkan untuk perokok membutuhkan 35 mg lebih banyak asupan vitamin C (NIH, USA). Batas maksimal yang bisa diasup ke dalam tubuh manusia dewasa adalah sebanyak 2000 mg/hari. Kelebihan vitamin C menyebabkan mual, diare, dan gangguan saluran pencernaan lainnya.

Batas jumlah asupan harian vitamin C
source: tps://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer

Di mana mendapatkan vitamin C?

Paprika merah merupakan sayuran dengan kandungan vitamin C paling banyak, diikuti oleh paprika hijau, dan brokoli.

Daftar buah dan sayuran yang mengandung vitamin C
source: tps://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer

Jeruk merupakan buah-buahan dengan kandungan vitamin C paling banyak, diikuti oleh buah kiwi, dan stroberi.

Kekurangan vitamin C menyebabkan sariawan, kelelahan, lambatnya proses penyembuhan luka, dan skorbut.  Dalam hal ini, perokok memiliki resiko kekurangan vitamin C yang tinggi karena stress oksidatif yang ditimbulkan oleh hirupan asap rokok sehingga perlu meningkatkan asupan vitamin C hariannya.

Glosarium

%DV/Daily Value: persentase angka kecukupan gizi harian Anda dari produk makanan berdasarkan diet 2.000 kalori

Stres oksidatif: keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya.

Skorbut: Skorbut atau scurvy adalah kondisi langka yang terjadi karena kekurangan vitamin C selama kurang lebih 3 bulan. Tubuh tidak dapat memproduksi atau memetabolisme vitamin C, sehingga tubuh membutuhkan vitamin C dari makanan yang kita makan. Gejalanya adalah lelah setiap saat, penurunan mood, nyeri hebat pada sendi/lutut, memar pada kulit, memiliki kuit yang mudah memerah

Referensi

https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer

https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Farmasi

HMPF merupakan organisasi mahasiswa pascasarjana dalam lingkup Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung yang dibentuk berdasarkan SK lembaga kemahasiswaan ITB dengan Dekan Sekolah Pascasarjana ITB No. 566/l.1.B01.1/PP/2016 dan SK Dekan Sekolah Farmasi ITB 636A/SK/I1.C03/KP/2016.

Berita Terkait