Vaksin Covid-19 untuk Lansia

Program vaksinasi Covid-19 telah berjalan secara bertahap sejak 13 Januari 2021. Melalui vaksinasi, pemerintah dan rakyat Indonesia menaruh harapan besar agar semua masyarakat dapat segera memperoleh kesempatan vaksinasi, untuk mewujudkan herd immunity dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga Indonesia dapat bebas dari pandemic Covid-19.

Pemerintah telah menetapkan 7 jenis vaksin melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/12758/2020 tanggal 28 Desember 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Dari 7 vaksin tersebut, baru 1 vaksin yang telah memperoleh persetujuan dalam kondisi darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari BPOM, yaitu vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Berdasarkan data-data uji klinik saat EUA diterbitkan, penggunaan vaksin tersebut diperbolehkan untuk kelompok usia dewasa dari 18-59 tahun. Sebelum di vaksin, para penerima vaksin wajib memberitahukan tentang kondisi kesehatannya kepada petugas pemberi vaksin sebelum menerima vaksin, seperti :

  • Memiliki alergi
  • Sedang mengalami demam tinggi
  • Memiliki penyakit akut, dan atau serangan akut penyakit kronik.
  • Memiliki gangguan koagulasi/pendarahan.
  • Mengalami imunodefisiensi atau sedang menggunakan terapi imunosupresif.
  • Memiliki epilepsi atau gangguan saraf lainnya yang tidak terkontrol.
  • Memiliki penyakit autoimun.
  • Memiliki Riwayat asma berat
  • sedang hamil atau merencanakan kehamilan
  • sedang menyusui
  • pernah/sedang menderita Covid-19.

Vaksin Covid-19 untuk Lansia

BPOM terus memonitor perkembangan uji klinik pada usia lanjut (lansia) karena melihat angka kematian akibat Covid-19 banyak terjadi pada kelompok tersebut. Perkembangan uji klinik yang dilaksanakan di Brazil dan juga di China, serta melihat keamanan dan khasiat yang menunjang untuk penggunaan vaksin pada kelompok lansia telah memiliki data penggunaan vaksin Coronavac untuk kelompok lansia pada uji klinik fase 1 dan 2 yang melibatkan subjek lansia sekitar 400 orang di China, diberikan 2 dosis vaksin dengan jarak 28 hari, memberikan hasil imunogenisitas yang baik, yaitu dengan seroconversion rate 97,96%, dan keamanan dapat di toleransi dengan baik, tidak ada efek samping yang serius. Begitu juga hasil uji klinik fase 3 di Brazil dengan subjek lansia sekitar 600 orang memberikan hasil yang aman, tidak ada kematian dan efek samping yang serius.

Berdasarkan hasil evaluasi oleh BPOM yang bekerja sama dengan Tim Komite Nasional (Komnas) Penilai Obat dan pada ahli di bidang vaksin, ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), Dokter Spesialis Alergi dan Imunologi, dan Dokter Spesialis Geriatrik menetapkan keputusan penggunaan vaksin Coronavac untuk lansia pada tanggal 5 Februari 2021 dengan menerbitkan EUA vaksin Coronavac untuk usia 60 tahun keatas, dengan 2 dosis suntikan vaksin yang diberikan dalam selang waktu 28 hari. Meskipun durasi pemberian 0 dan 28 hari menunjukan imunogenisitas baik, tetapi dalam masa pandemi untuk mendapatkan cakupan imunisasi yang cepat dengan regimen yang lengkap lebih disarankan menggunakan jadwal pemberian 0 dan 14 hari.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunandi Sadikin, mengatakan bahwa para tenaga Kesehatan yang usia diatas 60 tahun (Lansia) diberikan dosis pertama Vaksin Coronavac mulai tanggal 8 Februari 2021, yang menjadi prioritas penerima vaksin karena selain menjadi kelompok yang rentan akibat berhadapan langsung dengan pasien Covid-19, mereka juga beresiko mengembangkan kondisi fatal jika terinfeksi virus tersebut.

Vaksin Coronavac yang diberikan pada rentang usia 18-59 dan diatas 60 tahun, diberikan secara intramuscular sebanyak 0.5 ml dalam 2 dosis dengan selang waktu 14 hari.

Dalam fact sheet yang dipublikasikan di Pusta Informasi Obat Nasional (PIONAS), tercantum beberapa kondisi yang harus diperhatikan sebelum Lansia bisa disuntik vaksin Covid-19 (Vaksin Coronavac), yaitu :

  • Kesulitan untuk naik 10 anak tangga.
  • Penurunan aktivitas fisik (sering merasa kelelahan).
  • Memiliki 4 dari 11 penyakit (hipertensi, diabetes, kanker (selain kanker kulit kecil), penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal).
  • Mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter.
  • Penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun.

Bila calon penerima vaksin lansia memnuhi lebih dari atau sama dengan tiga poin di atas, maka tidak dianjurkan untuk memperoleh vaksin Covid-19.

Strategi Pemberian Vaksin Covid-19

Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan dalam 4 tahapan menurut Roadmap yang disusun oleh WHO Strategic Advisory Group of Expert on Immunization (SAGE), mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan, dan profil keamanan vaksin, sebagai berikut :

  1. Tahap 1 (Januari – April 2021)
    • Tenaga Kesehatan
    • Asisten tenaga Kesehatan
    • Tenaga penunjang
    • Mahasiswa yang sedang menjalani Pendidikan profesi kedokteran yang bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
  2. Tahap 2 (Januari – April 2021)
    • Petugas pelayanan public
    • Kelompok usia lanjut (usia 60 tahun keatas).
  3. Tahap 3 (April 2021 – Maret 2022)
    • Masyarakat rentan dari aspek sosial, lokasi, dan ekonomi.
  4. Tahap 4 (April 2021 – Maret 2022)
    • Masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

BPOM terus mengajak masyarakat yang sudah menerima maupun yang belum menerima vaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 5M :

  • Mencuci tangan
  • Memakai masker
  • Menjaga jarak
  • Mengurangi mobilitas
  • Menghindari kerumunan

Glosarium

Herd Immunity: suatu kondisi yang didapat Ketika Sebagian besar populasi menjadi kebal terhadap penyakit menular, sehingga mencegah penyebaran penyakit. Bergantung pada seberapa menularnya penyakit, sekitar 70% – 90% populasi untuk mencapai kekebalan kelompok.

Imunogenisitas: kemampuan untuk memicu respon imun dalam tubuh

Seroconversion rate: kecepatan periode waktu dimana antibodi (zat yang berperan dalam kekebalan tubuh terhadap zat asing tertentu) berkembang dan terdeteksi di dalam darah.

Referensi

https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/587/Vaksin-untuk-Lansia-Dalam-Program-Vaksinasi-COVID-19-.html

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210207/2636937/vaksinasi-covid-19-untuk-lansia-segera-dimulai/

https://promkes.kemkes.go.id/sk-dirjen-nomor-hk0202412021-tentang-petunjuk-teknis-pelaksanaan-vaksinasi-dalam-rangka-penanggulangan-pandemi-covid19

EUA-Product Information for Patients (PIL) CoronaVac-Approved version 11/01/2021.

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Farmasi

HMPF merupakan organisasi mahasiswa pascasarjana dalam lingkup Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung yang dibentuk berdasarkan SK lembaga kemahasiswaan ITB dengan Dekan Sekolah Pascasarjana ITB No. 566/l.1.B01.1/PP/2016 dan SK Dekan Sekolah Farmasi ITB 636A/SK/I1.C03/KP/2016.

Berita Terkait